Attidude, CIPTAKAN PRIBADI BERKATRAKTER POSITIP

OLEH SRIWATI,S.Pd

Masih ingatkah dengan cerita ibu guru Sri yang dilupakan oleh muridnya yang pintar, namun tetap diingat oleh seorang murid yang lainnya, yang mempunyai latar belakang “nakal” dan agak “bandel”.  Di akun TikTok milik akun @dstoregrosir  (28/6) banyak menuai komentar positip, dari pengalaman Ibu guru sri tersebut tergambar jelas bahwa mengajarkan karakter pada anak jauh lebih penting dibandingkan dengan memberikan nilai-nilai semata. “Anak pintar sesungguhnya adalah mereka yang memiliki akhlak baik”. pungkasnya

Kisah ibu guru Sri merupakan  salah satu potret pendidikan di Indonesai. Tidak semua orang pintar itu tauladan. Muridnya yang berstatus sebagai dokter tidak lantas membersamai akhlaknya yang baik, namun muridnya yang  biasa-biasa saja, justru menunjukkan sifat yang sopan, santun dan berakhlak mulia. Sementara murid yang selama ini diagung-agungkan, disanjung malah justru tidak ingat dengan gurunya.

Guru adalah seorang pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, dan pemberi nilai dalam proses menempuh pendidikan. Namun guru juga melakukan lebih dari itu demi memberikan yang terbaik kepada peserta didiknya. Sikap dan harapan positif guru sangat penting untuk keberhasilan dan hasil belajar siswa.

Keberhasilan guru bukan lagi untuk mencerdaskan bangsa namun ada misi lain yang harus diemban oleh seorang pendidik yaitu pendidikan karakter . Pendidikan karakter adalah suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memberdayakan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.

Secara umum fungsi pendidikan adalah untuk membentuk karakter seorang peserta didik sehingga menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak mulia, bertoleran, tangguh, dan berperilaku baik. Pendidikan karakter (character education) sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus guna penyempurnaan diri kearah hidup yang lebih baik.

Pada dasarnya tujuan utama pendidikan karakter adalah untuk membangun bangsa yang tangguh, dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka di dalam diri peserta didik harus ditanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang bersumber dari Agama, Pancasila, dan Budaya. nilai-nilai pembentuk karakter tersebut diantaranya adalah kejujuran, sikap toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, kemandirian, sikap demokratis, rasa ingin tahu, peduli sosial dan lain-lain.

Dari penjelasan tersebut kita menyadari bahwa pendidikan karakter sangat penting bagi setiap orang. Dengan begitu, maka para guru, dosen, dan orang tua, sudah seharusnya senantiasa menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada anak didiknya.

Seberapapun tinggi pendidikan, adab dan akhlak lebih utama., mari bersama-sama mendidik ahklak lebih baik agar anak-anak kita tidak menjadi pribadi yang sok pintar, tapi pribadi yang berkaraktr positip,

Bagikan:

[addtoany]

Tags

Related Post

Leave a Comment